Info Terkini, Sepanjang Januari Bitcoin Merah, Bagaimana Prospeknya di Februari?

Info Terkini, Sepanjang Januari Bitcoin Merah, Bagaimana Prospeknya di Februari?

Trader Tokocrypto Afid Sugiono mengungkapkan, sepanjang Januari 2021, Bitcoin terus masuk zona merah.

Penurunan harga sepanjang awal tahun tersebut menempatkan Bitcoin pada laju terburuknya sejak 2018 lalu. Tentu saja ini menimbulkan spekulasi bakal terulang kembali siklus empat tahunan Bitcoin. Meski begitu, Afid melihat koreksi market Bitcoin terjadi bukan disebabkan oleh siklus empat tahunan. Hal tersebut terjadi karena sentimen dari luar, sesuai kebijakan The Fed, Bank Sentra Rusia hingga libur akhir tahun dan perayaan Imlek yang membuat market terkoreksi.

Sepanjang Januari Bitcoin Merah, Bagaimana Prospeknya di Februari?


4+

KOMPAS.com: Berita Terpercaya

Baca Berita Terbaru Tanpa Terganggu Banyak Iklan

Dapatkan Aplikasi

"Ini yang menjadi menarik, di mana siklus empat tahunan BTC akan hilang karena peran dari institusional juga perusahaan global yang masuk ke industri kripto. Bitcoin merupakan aset kripto yang dianggap kurang berisiko bagi investor, terutama pada saat volatilitas dan ketidakpastian tinggi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (6/2/2022).Menurut laporan Arcane Research, sepanjang Januari 2022 semua indeks crypto mengalami kerugian antara 20 persen dan 31 persen. Namun, Bitcoin mengungguli semua altcoin dan mempertahankan kapitalisasi market kripto tertinggi serta menghitung lebih sedikit kerugian. Lalu, bagaimana pergerakan Bitcoin sepanjang Februari ini?

Menurut Afid, sepanjang Februari 2022 dan melewati perayaan Tahun Baru Imlek, diprediksikan market kripto akan bergerak perlahan melakukan rebound (bangkit). Ia menilai, saat ini, kripto tidak masuk dalam fase bearish market yang berkepanjangan sehingga tidak ada harapan untuk naik lagi. Di sisi lain, lanjutnya, market cenderung lebih ke arah koreksi karena harga akan selalu bergerak dan aset kripto memang dikenal cukup ekstrem dari segi fluktuasinya."Prediksi Februari akan jadi bulan yang positif bagi market kripto. Secara historis, sejumlah kripto dengan kapitalisasi besar atau big cap, termasuk Bitcoin dan Ethereum bergerak positif di Februari tahun-tahun sebelumnya. Terlebih setelah perayaan Tahun Baru Imlek, para investor akan mengurangi cash out dan mulai kembali meramaikan market," ujarnya. Afid pun melihat, ada beberapa indikator yang dapat memberikan sentimen positif pada pergerakan market kripto. Seperti Microstrategy yang membeli 660 BTC. Kemudian, Presiden Rusia Vladimir Putin yang mendukung aktivitas aset kripto dan Arizona yang akan menjadikan BTC sebagai legal tender.Terkait pengenaan pajak oleh pemerintah India sebesar 30 persen atas pendapatan dari transfer aset kripto, menurutnya tidak memicu respon pasar yang signifikan. Hal ini juga terjadi pada saat pemerintah Thailand mengumumkan membatalkan pemotongan pajak sebesar 15 persen.Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual mata uang kripto. Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual mata uang kripto.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Aktifkan Notifikasimu

Aktifkan

Auto Post Artikel di Blogspot

Cara Menulis Artikel Otomatis di Blogger


(KOM)(MLS)

Comments